Archive for the ‘Wisata Alam’ Category

Kedung Ombo

Saturday, August 16th, 2008

Surga Petualang di Kedung Ombo

Waduk Kedung Ombo merupakan bendungan raksasa seluas 6.576 hektar yang areanya mencakup sebagian wilayah di tiga Kabupaten, yaitu; Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Waduk yang membendung lima sungai itu terdiri dari wilayah perairan seluas 2.830 hektar dan 3.746 hektar lahan yang tidak tergenang air.
Lokasi obyek wisata Waduk Kedung Ombo yang menjadi andalan Sragen terletak di Kecamatan Sumberlawang, sekitar 30 km dari pusat kota. Selain disuguhi pemandangan nan indah, para pengunjung Waduk Kedung Ombo bisa menikmati wisata air, menumpang perahu motor bertualang mengunjungi pulau-pulau yang bermunculan di tengah waduk. Anda penyuka ikan bakar atau hobi mengail ikan? Jangan khawatir, di Waduk Kedung Ombo juga tersedia tempat pemancingan sekaligus warung yang menjajakan aneka makanan olahan berbahan ikan. Begitu turun dari kendaraan di area parkir, aroma wangi ikan yang dibakar atau digoreng langsung menyergap, mengundang selera makan.


Di kawasan Waduk Kedung Ombo, tepatnya di desa Ngargotirto, telah dibangun arena pacuan kuda dengan lintasan sepanjang 600 meter. Arena pacuan kuda yang diberi nama ‘Nyi Ageng Serang’ itu merupakan miniatur dari lapangan pacuan kuda Pulo Mas Jakarta. Pada bulan Desember 2006 silam di lokasi tersebut dilangsungkan kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional memperebutkan piala Gubernur Jawa Tengah.
Potensi pengembangan obyek wisata adalah memperbanyak homestay yang menyatu dengan rumah penduduk, sehingga para wisatawan dapat tinggal lebih lama di kawasan Waduk Kedung Ombo. Adanya homestay membuat wisatawan dapat melihat dari dekat kehidupan sehari-hari masyarakat, dan bahkan menjalani kehidupan seperti penduduk lokal, selang beberapa waktu.
Investasi juga dapat ditanam di sektor perikanan darat dengan metode karamba dan dilengkapi restoran apung. Di bantaran seputar waduk, cocok untuk mengembangkan usaha agrobisnis buah-buahan dan sayur mayur. Selain dekat dengan sumber air yang diambil dari waduk, kualitas air waduk juga bersih dari polutan.
Bila tak ingin setengah-setengah menerjuni bisnis pariwisata, investor bisa mengembangkan kompleks wisata terpadu di Kedung Ombo. Investor dapat memanfaatkan obyek wisata air, karamba serta restoran apung, dan arena pacuan kuda yang sudah tersedia, sembari membangun wisata agrobisnis, taman safari, lapangan golf, dan juga kereta gantung untuk menikmati pemandangan kompleks Kedungombo dari ketinggian. Bila kompleks wisata terpadu ini terwujud, pengunjung pasti akan memperoleh petualangan mengesankan, unik, dan dirindukan.

Kompleks Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang
Asyiknya Berkuda di Pedesaan Tropis

Arena pacuan kuda Nyi Ageng Serang terletak di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang. Lintasan sepanjang 600 meter itu hanya berjarak 1,5 kilometer dari tepian waduk Kedung Ombo.
Akses menuju lintasan pacuan kuda Nyi Ageng Serang relatif mudah. Arena pacuan kuda itu berjarak 30 kilometer dari pusat kota Kabupaten Sragen dan dapat ditempuh selama 40 menit dengan mengendarai mobil. Dari Semarang, pungunjung dapat melewati jalur alternatif Salatiga-Karanggede-Gemolong-Sumberlawang. Dari Surakarta (Solo), pengunjung dapat mengambil rute Solo-Purwodadi dan berbelok ke barat ketika memasuki daerah Sumberlawang. Lokasi pacuan Kuda berada lima kilometer dari jalan raya Solo-Purwodadi.

Keberadaan arena pacuan kuda di Ngasinan membawa perubahan pada wajah desa. Jalan hotmix sepanjang lima kilometer kini membelah dari pusat Kecamatan Sumberlawang hingga ke pedesaan. Memudahkan arus transportasi dan perdagangan. Penerangan jalan dan fasilitas air bersih kini tersedia dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

source : sragen.go.id

  • Share/Bookmark

Bayanan – Sragen

Saturday, August 16th, 2008

BAYANAN

Gejala-gejala vulkanisme seperti gempa bumi, sumber air panas, gas beracun, dan berbagai bahan mineral banyak terdapat di daerah vulkanis, seperti di Indonesia maupun di negara lain yang dilalui deretan gunung berapi (Mediterania). Kabupaten Sragen yang letaknya jauh dari jalur gunung berapi memiliki Sumber Air Panas Alam yang keluar dari dalam bumi dan terletak + 2 meter di atas sungai yang berada di sebelahnya. Sumber air panas tersebut terdapat di Dusun Bayanan.
Pemandian Air Panas Bayanan merupakan salah satu daerah tujuan wisata minat khusus yang dimiliki oleh Kabupaten Sragen, dalam hal ini adalah untuk wisata kesehatan ( health tourism ) yang dipadukan dengan daya tarik wisata alam atau ekowisata.
Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, air panas Bayanan dianggap memiliki banyak khasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit, seperti : rematik, gatal-gatal, dan penyakit lainnya. Sehingga oleh orang terdahulu sumber air panas itu dinamakan “Hyang Tirto Nirmolo”.
Ternyata kebenarannya terbukti sehingga banyak pengunjung berdatangan untuk membuktikan khasiatnya. Selain bisa menyembuhkan berbagai penyakit di atas, air panas tersebut dipercaya juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah, memulihkan kebugaran tubuh, meningkatkan vitalitas tubuh, memelihara kesegaran sendi–sendi dan otot, menghilangkan capek-capek, dan membuat awet muda.

Selain sebagai wisata kesehatan karena khasiat yang dimiliki oleh air panas ini dalam menyembuhkan berbagai penyakit, Pemandian Air Panas Bayanan juga memiliki daya tarik wisata alam (ekowisata). Suasana alam pedesaan yang masih alami dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berasal dari kota. Para wisatawan bisa melakukan kegiatan menjelajah ( tracking ) maupun berkemah (camping ) di hutan karet yang berada tidak jauh dari lokasi pemandian tersebut dan di kawasan bukit yang mengitari PAP Bayanan.
Pada saat-saat tertentu, misalnya menjelang Bulan Puasa dan Lebaran, di objek wisata ini sering diselenggarakan kegiatan seni budaya, misalnya pentas dangdut maupun campursari.
Pemandian Air Panas Bayanan ini terletak tepat di sebelah tenggara ibukota Kabupaten Sragen yaitu di Dusun Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Secara geografis, Pemandian Air Panas Bayanan terletak sekitar 17 km di sebelah tenggara ibukota Kabupaten Sragen. Jarak tersebut bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan angkutan umum. Dari pusat kota Sragen dapat ditempuh dengan Angkudes jurusan Bayanan – Sambirejo dengan rute : Sragen – Ngarum – Blimbing – Bayanan pp.
Jalur yang dapat dilewati :
Jalur 1 :
Jalur 2 :
Jalur 3 :
Jalur 4 :
Jalur 5 :
Jalur 6 :
Sragen ­­– Ngarum – Sambirejo – Sambi – Bayanan
Banaran – Gondang – Sambi – Bayanan
Masaran – Jambangan – Batu Jamus – Kerjo – Sambirejo – Sambi Bayanan
Karanganyar – Mojogedang – Batu Jamus – Kerjo – Sambirejo – Sambi – Bayanan
Magetan – Jogorogo – Ngrambe – Sine – Winong – Sambi – Bayanan
Karangpandan – Ngargoyoso – Jenawi – Sambirejo – Sambi – Bayanan

Sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang tersedia di Pemandian Air Panas Bayanan cukup memadai. Fasilitas-fasilitas umum yang tersedia di objek wisata ini antara lain WC umum, kamar mandi air panas, ruang ganti pakaian, jalan setapak, warung makan, tempat penginapan, toko kelontong, tempat parkir yang memadai, taman bermain anak, kolam renang, hutan wisata, ruang informasi, dan mushola.
Kondisi prasarana jalan menuju ke ODTW Pemandian Air Panas Bayanan cukup baik berupa jalan aspal selebar ± 4 m . Lokasi objek wisata ini dapat dicapai melalui enam jalur yang berbeda.


Fasilitas Pengunjung :

Fasilitas yang disediakan pengelola Pemandian Air Panas Bayanan bagi para pengunjung antara lain sebagai berikut :

Kamar Mandi Air Panas
Tempat Parkir Kendaraan
Taman Rekreasi dan Bermain untuk anak
Hutan Wisata
Warung makan
Ruang Informasi
Mushola

Eksotika Hyang Tirto Nirmolo

Obyek wisata pemandian air panas Bayanan semula merupakan bekas tempat tetirah para orang kaya Belanda semasa kolonial yang dibangun tahun 1808 oleh Tuan Praul, salah satu saudagar Belanda terkemuka saat itu. Setelah berada di bawah pengelolaan pemerintah RI, pada tahun 1978, pemandian sumber air panas Bayanan direnovasi. Setahun kemudian sumber air panas Bayanan diresmikan sebagai obyek wisata dan di bawah pengelolaan Pemkab Dati II Sragen.
Namun mitos yang dipercaya penduduk desa di sekitar sumber air panas itu menyebutkan bahwa sumber air panas tersebut dijaga oleh makhluk halus berkekuatan magis. Makhluk itu bernama Hyang Tirto Nirmolo dan suka menolong menyembuhkan orang sakit.
Penduduk setempat merasakan bahwa gatal-gatal (bubul-jawa), capek setelah bekerja berat dapat segera sembuh dan segar kembali usai mandi dengan air Bayanan. Oleh sebab itu, sebuah rumah kecil dibangun untuk lokasi upacara adat. Di bangunan yang sekarang dianggap keramat tersebut rutin diadakan upacara merayakan panen. Tradisi turun temurun itu biasanya berlangsung pada hari Jumat Legi dalam penanggalan Jawa.

Melalui penyelidikan ilmiah diketahui bahwa panasnya air dan zat yang terkandung di dalamnya diduga berasal dari sentuhan magma (panas bumi) yang menyentuh sumber air tanah yang sangat dalam dan sampai terasa di permukaan sebagai sumber air panas. Panasnya air tepat pada sumbernya + 44 0 C, dan setelah sampai permukaan di bak kamar mandi menjadi + 36 0 C, sesuai dengan suhu badan manusia, sehingga akan terasa enak dan nyaman untuk mandi. Penyelidikan yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta menunjukkan adanya banyak unsur/senyawa kimia yang terkandung dalam Sumber Air Panas Bayanan antara lain belerang (Sulfur).

source : http://www.sragen.go.id

  • Share/Bookmark

Museum Karst Dunia – Gebangharjo Pracimantoro Wonogiri

Thursday, July 24th, 2008

Pemandangan alam di Wonogiri begitu indah. Daya tarik tempat pariwisata Kabupaten Wonogiri bukan saja Waduk Gajah Mungkur (WGM). Untuk menarik wisatawan menuju Wonogiri, telah dilakukan berbagai terobosan.

Salah satunya dengan membangun museum karst dunia di Gebangharjo Pracimantoro Wonogiri. Kawasan kars gunung sewu ini membentang antara pantai Parangtritis, di kabupaten Bantul hingga teluk Pacitan di kabupaten Pacitan.

Namun,secara administratif kawasan yang berada di kabupaten Wonogiri ini terletak di sebagian besar kecamatan Paranggupito, Giritontro, Pracimantoro, Giriwoyo dan kecamatan Eromoko.

Luas kawasan kars sekitar 18,6% dari luas wilayah kabupaten Wonogiri.Bentang alam karst di wilayah kabupaten Wonogiri disusun oleh aneka bangun asal-pelarutan yang melibatkan batu gamping.

Gejala pelarutan atau yang lebih dikenal dengan karstifikasi itu berkembang di permukaan(eksokarst) dan di bawah permukaan(endokarst).

Di kawasan karst dapat ditemukan adanya karren,bukit-bukit kerucut,sinusoida, pematang, pepino, doplina,uvala, polje, telaga,lembah kering sungai Bengawan Solo purba,ponora,gua dan lain sebagainya.

Karren atau lapis bangun pelarutannya ada yang berongga,berlubang,beralur,bersaluran,dan sebagainya.

Sedangkan bukit-bukit terpisah berbangun kerucut atau mempunyai permukaan melengkung(sinuosida)yang letaknya saling berdekatan.

Masing-masing indivisdu bukit diselangi oleh lekuk topografi atau dataran yang saling bersambungan.Proses karstifikasi selama ruang dan waktu geologi
selanjutnya akan membentuk hamparan ribuan bukit kerucut(conical hills), yang menjadi ciri utama dari karst wilayah gunung sewu.

source : http://giritontro.wonogiri.org/

  • Share/Bookmark

Waduk Gajah Mungkur , Wonogiri

Monday, July 7th, 2008

Waduk Gajah Mungkur terletak kurang lebih 2,5 kilo meter arah selatan kota Wonogiri. Panorama alam yang asri, indah dan sejuk dengan fasilitas Rumah Makan Apung, Keramba, Hotel, Rumah Makan Special Ikan Bakar sangat tepat sebagai pelepas lelah dan tempat istiharat yang nyaman bagi keluarga.
Disetiap bulan-bulan tertentu di Obyek wisata Gajah Mungkur sering diadakan event-event wisata ritual dan olah raga antara lain :

  • Bulan Muharam/Suro : Jamasan Pusaka Mangkunegaran
  • Bulan Syawal : Syawalan ketupat, panggung hiburan dan pentas seni budaya Reog, Tari Kethek Ogleng, Campursari dan Orkes Dangdut.

Photo by gantengscool from www.skyscrapercity.com

  • Share/Bookmark

Desa Wisata Batik Kliwonan – Liputan Langsung

Monday, June 16th, 2008

Desa Wisata Batik Kliwonan – Liputan Langsung

Perjalanan wisatasolo ke Desa Wisata Batik Kliwonan diawali dari pertemuan antara saya sendiri (HB Utomo) selaku author dari wisatasolo dan solotourism dengan penanggung jawab dari dinas pariwisata Sragen untuk desa wisata batik Kliwonan yaitu Bpk. Johny. Pertemuan singkat namun bermakna tersebut terjadi di hotel Santika Yogyakarta yaitu di acara Garuda Indonesia untuk promosi pariwisata Jawa Tengah bagi masyarakat Nagoya, Jepang (Thank’s to Bpk. Muhammad Riza Perdana Kusuma – GM Garuda Indonesia untuk Nagoya, Jepang). Berawal dari komunikasi dan keakraban yang terjalin maka saya dan Bpk. Johny sepakat untuk mengatur waktu liputan Desa Wisata Batik Kliwonan yang ternyata “WOKE WANGET” . Berikut liputan singkat hasil kunjungan saya :

Desa Wisata Batik Kliwonan berada di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Hanya 17 kilometer timur laut kota Solo. Menyusuri Jalan Raya Solo-Surabaya (25 menit dengan mengendarai mobil/ bus). Terdiri dari 85 UKM batik dan menyerap hingga 5000 tenaga kerja batik (pembuat batik).

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Desa wisata batik Kliwonan antara lain:

· Wisata Belanja Batik

Belanja langsung ke rumah produksi milik perajin dengan kualitas tinggi namun harga jauh lebih murah dibandingkan jika membeli di gerai atau butik batik di kota-kota besar. Sebagai gambaran, saya membeli batik tulis 2,5 meter warna hitam untuk oleh-oleh seharga 100 ribu rupiah (hayooo … “WOKE WANGET” thooo).

· Wisata Belajar Membatik 3 jam

Belajar teknik dasar pembatikan, secara singkat dan cepat. Hasil belajar membatik boleh dibawa pulang. Selain itu bagi yang berminat mendalami batik secara serius dan kepentingan profesional dapat mengikuti pelatihan membatik untuk profesional selama 5 hari

· Jelajah Desa

Menyusuri jalanan desa di pagi hari baik dengan bersepeda maupun jalan kaki (tracking) sambil menghirup udara segar tanpa polusi adalah aktivitas menyenangkan dan menyehatkan. Jika cuaca bersahabat, di kejauhan terlihat siluet Gunung Merapi dan Merbabu ditimpa cahaya keemasan matahari yang sedang terbit. Sewa sepeda angin: RP. 5000 per 3 jam

· Memancing

Bagi penggemar olah raga memancing, anda dapat mencoba memancing di kolam buatan dan bahkan memancing di Sungai Bengawan Solo yang legendaris.

· Wisata langka berupa pembuatan kerajinan “Tanah Liat Hitam”

Silahkan melihat langsung pembuatan kerajinan tanah liat hitam yang semakin langka, anda juga dapat mencoba langsung untuk membuat karya anda sendiri.

· Outdoor Photography

Dengan keunggulan alam berupa keindahan maupun keunikan desa sebagai desa wisata batik maka tempat ini sangat layak menjadi tempat pemotretan outdoor. Bahkan seorang Garin Nugroho tertarik dan memilih salah satu lokasi disini sebagai tempat pembuatan film dokumenter Anak Seribu Pulau.

· Edukasi Herbal

Dapat mempelajari jenis-jenis tanaman herbal (tanaman obat keluarga) dan cara pemanfaatannya. Lokasi nya di Homestay Mbak Puji Dukuh Kuyang Desa Kliwonan. Sewa untuk menginap Rp. 40.000 per orang satu hari

Selama ini 3 macam jenis batik yang saya ketahui adalah batik tulis , batik cap dan batik printing. Di desa wisata batik Kliwonan yang sudah turun temurun membuat batik ternyata ada beberapa cara baru membuat batik selain 3 cara biasa yang saya kenal , misalnya adalah teknik colet dan teknik print cabut yang dapat pula dikombinaskan dengan teknik tulis manual. Teknik Cabut sendiri adalah proses pemisahan warna dari kain batik. Dari segi motif, Desa Wisata Batik Kliwonan sudah mengembangkan motif yang mengkombinasikan batik klasik dan tema flora fauna/kontemporer. Berikut dua diantara sekian banyak perajin batik yang saya kunjungi :

· Batik Dewi Ratih

Kerajinan batik yang dimiliki Ibu Wartitik ini mengerjakan batik tulis dan cap manual maupun kombinasi antara cap dan tulis. Salah satu tempat yang saya rekomendasikan untuk berbelanja karena kualitas batik yang baik dan harga yang jauuuhhhhhh dari harga normal di pasaran. Bayangkan saja, harga selembar kain batik tulis ukuran 2,5 meter berkisar antara 100 ribu hingga 450 ribu rupiah tergantung jenis kain dan motif. Mau yang lebih murah lagi ? Anda dapat memilih batik cap dengan harga per meter kain 20 ribu rupiah. Sama seperti pengrajin batik lain di Kliwonan, Sragen yaitu batik Dewi Ratih juga menerima pesanan kain batik dengan motif maupun warna tertentu.

· Batik Abimanyu

Kerajinan batik yang satu ini dimiliki oleh pengusaha muda batik yaitu Bpk. Wahid Al Amin yang juga paham pentingnya online promo / online marketing, hal ini terbukti dari adanya website dari batik Abimanyu : www.abimanyubatik.com . Pembuatan batik yang menjadi keunikan dari batik Abimanyu adalah pembuatan batik dengan teknik colet , yaitu pewarnaan dengan bambu yang di”colet”kan ke kain batik. Apa itu Colet ??? silahkan datang dan melihat langsung … Dengan lokasi alam yang mendukung baik dari segi keindahan maupun pencahayaan, lokasi batik Abimanyu bahkan pernah dimanfaatkan oleh Garin Nugroho untuk pembuatan film dokumenter “Anak Seribu Pulau”.

KESIMPULAN

Desa Wisata Batik Kliwonan merupakan tempat yang tepat untuk melepaskan segala ketegangan dengan kembali ke suasana desa yang khas. Dengan datang ke Desa Wisata Batik Kliwonan berarti anda telah mendatangi langsung pengrajin batik yang “sesungguhnya” , bahkan banyak dari pengusaha batik yang sudah terkenal dan mempunyai nama pun mengambil batik dari pengrajin di desa ini. Pokoknya dengan datang ke Desa ini maka dijamin hasrat wisata alam maupun wisata belanja anda akan terpuaskan.

INFORMASI

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Desa Wisata Batik Kliwonan baik informasi kunjungan atau bahkan peluang investasi maka anda dapat menghubungi :

Nama Kontak : Johny Adhi Aryawan

Mobile Phone:

0271 5881569

081 329 703 103

e-mail : john_barasatria@yahoo.co.id

  • Share/Bookmark
Login / Register
Categories
Links
Sponsor
Internet Bussiness

Calender of Cultural Event 2010
Sponsore
Lagu Bengawan Solo

Lagu Bengawan Solo karya seniman legendaris Solo , Gesang :