Archive for the ‘Wisata Rekreasi’ Category

Waduk Gajah Mungkur , Wonogiri

Monday, July 7th, 2008

Waduk Gajah Mungkur terletak kurang lebih 2,5 kilo meter arah selatan kota Wonogiri. Panorama alam yang asri, indah dan sejuk dengan fasilitas Rumah Makan Apung, Keramba, Hotel, Rumah Makan Special Ikan Bakar sangat tepat sebagai pelepas lelah dan tempat istiharat yang nyaman bagi keluarga.
Disetiap bulan-bulan tertentu di Obyek wisata Gajah Mungkur sering diadakan event-event wisata ritual dan olah raga antara lain :

  • Bulan Muharam/Suro : Jamasan Pusaka Mangkunegaran
  • Bulan Syawal : Syawalan ketupat, panggung hiburan dan pentas seni budaya Reog, Tari Kethek Ogleng, Campursari dan Orkes Dangdut.

Photo by gantengscool from www.skyscrapercity.com

Kalkulator Cinta

  • Share/Bookmark

KAMPUNG HERITAGE BALUWARTI

Friday, March 28th, 2008

 

Sebuah perkampunga dan tata ruang dan arsitektur bangunan jawa klasik yang kental. Bahkan hampir setiapp sudut perkampungan ini masih memiliki keaslian sentuhan jawa kuno yang masih dipertahankan oleh pemiliknya. Di daerah ini anda juga akan banyak menjumpai desain banguna yang serupa dari karakter Karaton Kasunanan iu sendiri. Di kampong ini kebanyakna ditempati keturunan dari kerabat Karaton, hal ini mengingat daerah ini memang sejak dulu telah ditempati kerabat ataupun abdi dalem Karaton jalanannya yang tidak terlalu ramai membuat pengunjung bias menikmati suasana Solo tempo dulu sambil berjalan kaki atau naik becak mengelilingi kampong ini.

 

BALUWARTI VILLAGE

It is a village with strong classical Javanese buildings architecture and roommaking. Even almost in every single corner in this village, there are still its original touch of enciantient Javanese held by their owners. In this area, you also can see the building design as same as from the Kasunanan palace character it self. In this village, the villages where mostly occupied by the royal relatives and family, by remembering that this area, indeed, by long previously period had been occupied by the palace relatives or also the king’s servants.The streets are not so crowded., it makes the visitor can enjoy the previous situation of Solo while taking a walk or riding pedicab going around the village.

Kalkulator Cinta

  • Share/Bookmark

KAMPUNG BATIK dan HERITAGE KAUMAN

Friday, March 28th, 2008

 

Berdasarkan bekal keahlian yang diberikan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kini masyarakat Kauman dapat menghasilkan karya batik yang langsung berhubungan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga Karaton. Dalam perkembangannya, seni batik yang ada di kampong Kauman dapat dibedakan menjadi 3 bentuk yaitu batik klasik motif pakem (batik tulis), batik murni cap dan model kombinasi antara tulis dan cap.

Batik tulis bermotif pakem yang bayak dipengaruhi oleh seni batik Karaton Kasunanan merupakan produk unggulan kampung batik Kauman. Produk-produk batik kampung Kauman dibuat menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, dan katun jenis premisima.

Kampung yang memiliki 20-30 an home industri ini menjadi langganan dari para pembeli yang sudah terjalin secara turun-temurun dan wisatawan manca Negara (Jepang, Eropa, Asia Tenggara dan Amerika Serikat). Keunikan yang ditawarkan kepada para wisatawan transaksi sambil melihat-lihat rumah produksi tempat berlangsungnya kegiatan membatik. Artinya, pengunjung memiliki kesempatan luas untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan batik. Bahkan untuk mencoba sendiri memparaktekan kegitan membatik.

Disamping produk batik, kampong batik Kauman juga dilingkupi suasana situs-situs bangunan bersejarah berupa bangunan rumah joglo, limasan, kolonial dan perpaduan arsitektur jawa dan kolonial. Bangunan-bangunan tempo dulu yang tetap kokoh menjulang di tengah arsitektur moderen pusat perbelanjaan, lembaga keuangan (perbankan dan valas), home stay dan hotel yang bayak terdapat di sekitar kampong Kauman. Fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di sekitar kampung Kauman ini jelas menyediakan kemudahan-kemudahan bagi segenap wisatawan yang berkunjung dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain diluar batik.

 

BATIK VILLAGE OF KAUMAN

According to the expert Kasunanan Surakarta Hadiningrat place, now Kauman societies have their capability to produce batik creation related directly with the batik motives which are often adopted from the royal family. In its development, the existence of batik arts in Kauman village cen be differentiated to be three forms, that are original motive of classical batik (handwriting-made batik), pure printing batik and the combination model of handwriting and printing made. Handwriting made batik usually has original motives which largely influenced by Kasunanan palace batik arts which is the superiror product of batik village of Kauman. The batik product of Kauman village is made from natural silk and weaving silk materials, and premmisima cotton.

The village which has twenty to thirty home industries becomes the supplier for the buyers who had hereditary related and foreign tourists (Japanese, European, South-East Asia and  United state). The specific value offered to he tourists are easy transaction while looking at process in the production house, the batik making actifities place. It means, the visitors have their comprehensive opportunities to directly know the making process of batik. Even for trying themselves in practicing the making of batik.

Besides the batik product, the batik village of Kauman is also surrounded by historical building sites such as joglo building house, pyramid house (limasan), colonial and the combination of Javanese and colonial architecture. Ancient buildings which are still sturdy standing up in the middle of modern architecture such as shopping centers, financing institution (banks and securities), homestays and hotels which exist around Kauman village. The existing supporting facilities around Kauman village provide facilitation for all visitors in meeting their other needs other than batik.

Kalkulator Cinta

  • Share/Bookmark

KAMPUNG BATIK dan HERITAGE LAWEYAN

Friday, March 28th, 2008

 

Laweyan merupakan kawasan sentra industri yang sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang 1546 M. Karya seni traditional batik terus di tekuni masyarakat Laweyan sampai sekarang. Suasana kegiatan membatik di Laweyan tempo dulu banyak didominasi oleh keberadaan  para juragan batik sebagai pemilik usaha batik.

Sebagai langkah strategis untuk melestarikan seni batik, dalam era kekinian kampong Laweyan di desain sebagai kampong batik terpadu dengan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 24 Ha yang terdiri dari 3 blok. Konsep pengembangan terpadu dimaksudkan untuk memunculkan nuansa batik dominan yang secara langsung akan mengantarkan para pengunjung pada keindahan seni batik. Diantara ratusan motif yang dapat ditemukan d kampong batik Laweyan, jarik dengan motif Tirto Tejo dan Truntun merupakan ciri khas utama batik Laweyan.

Pengelola kampong batik Laweyan diorientasikan untuk menciptakan suasana wisata dengan konsep rumahku adalah galeriku. Artinya rumah memiliki fungsi ganda sebagai showroom sekaligus rumah produksi.

Kroncong , karawitan dan rebana merupakan jenis kesenian tradisional yang banyak ditemukan di masyarakat Laweyan. Di kampong ini juga dapat ditemukan Makam Kyai Ageng Henis dan Sutowijoyo (Panembahan Senopati), bekas pasar Laweyan,

Bekas Bandar Kabanaran, makan Jayengrana ( Prajurit Untung Suropati ), Langgar Merdeka, Langgar Makmoer dan rumah H. Samanhudi pendiri Serikat Dagang Islam.

Laweyan juga terkenal dengan bentuk bangunan khususnya arsitektur rumah para juragan batik yang dipengaruhi arsitektur tradisional Jawa, Eropa, Cina dan Islam. Bangunan-bangunan tersebut dilengkapi dengan pagar tinggi atau “beteng” yang menyebabkan terbentuknya gang-gang sempit spesifik seperti kawasan Town Space.

Kelengkapan khasanah seni kampong batik Laweyan tersebut menjadi sebab tingginya frekuensi kunjungan wisata dari dinas dan institusi pendidikan, swasta, mancanegara(Jepang, Amerika Serikat dan Belanda).

 

BATIK VILLAGE OF LAWEYAN

Laweyan is batik industi center region, existed since Pajang emperor period in 1546 the batik traditional art masterpiece continually performed by Laweyan’s society until now. The surrounding situation of batik making activities in the past, predominated by the existence of batik entrepreneur as the owner of batik business.

As a strategic step to preservethe batik art, at present era, in Laweyan village had designedas an unified batik village by using an area with more or less 24 hectares of width consisted of 3 blocks. The unified development concept aimed to appearing directly batik dominant nuance which will deliver to the visitors about the beauty of batik arts. Among hundreds batik motives are the main specific character of Lawyan’s

Batik.

The Lawyan batik management is oriented to create a tourism condition by the concept of My house is My Galery. It means that the house has double function, that are as a showroom and production house, all at one.

Kroncong, karawitan and tambourine are the kinds of culture art which largely found in Laweyan society. In this village, there are also can be found Kyai Ageng Henis graveyard (a prominent figure who generate mataram’s kings), a former house of Kyai Ageng Henis and Sutowijoyo (Panembahan Senopati), ex Laweyan market, ex Kabanaran Harbor, Jayenggrana (Untung Suropati’s soldier) graveyard, Langgar Merdeka, Langgar Makmoer and H. Samanhudi’s house, the founder of Islamic Trade Union (SDI).

Laweyan is also popular with the building shape, especially the batik enterpreneur’s architecture houses influence by Javanese, European, Chinese and Islamic traditional architecture. The buildings are provided by a high hedge or ’fortres’ coused the forming of the specific tight alleys such in town space area.

The art and culture treasure comprehension in batik village is to be the couse of the highly visiting  frequency for the tourist from educational, private and foreign services and institutions.

  • Share/Bookmark

TAMAN BALEKAMBANG

Friday, March 28th, 2008

 

Taman yang terletak di Jl. Ahmad Yani ini dahulu bernama Pratinah Bosch dan dibangun oleh kerabat Mangkunegaran. Kemudian dinamakan Bale Kambang, karena di taman tersebut terdapat sebuah kolam ikan dan kolam renang yang di tengahnya terdapat rumah istirahat yang nyaman, dan dikelilingi kebun bunga yang sangat indah. Disamping itu ditempat ini terdapat pula Gedung Kesenian Ketoprak Tradisional Bale dan kafe yang dikelola oleh seniman muda Surakarta. Hal ini menjadikan perpaduan kesenian tradisional dan modern dalam suatu tempat yang menjadikannya suatu keunikan tersendiri.

 

BALEKAMBANG PARK

It is park located on Jl. Ahmad Yani. Formerly it was named Pertinah Bosch and founded by Mangkunegara relatives. Then named Bale Kambang, because in that park there are  fishpond and swimming pool in the center of it, and a comfortable rest house, surrounded by beautiful flower garden. Besides, in this place there are also Bale Kambang Traditional Ketoprak Building and cafe managed by young artists of Surakarta. It is combination of traditional and modern art in one location which make them an unique one.

  • Share/Bookmark
Login / Register
Categories
Links

Kedai Kopi Luwak Indonesia

Online Shop

Corporate

Sponsor
Kursus Online
Info Lain

Rahasia Cari Uang Di Internet

Kalkulator Cinta

Calender of Cultural Event 2010
Sponsore
Herbal Neck Pillow
Lagu Bengawan Solo

Lagu Bengawan Solo karya seniman legendaris Solo , Gesang :