Archive for the ‘Wisata Sejarah’ Category

CANDI SUKUH

Friday, March 28th, 2008

 

Berdiri pada zaman Kerajaan Majapahit yang agung, candi misterius ini sangat berbeda pada jenis dan bangunan dari kebanyakn candi-candi  yang ada di Jawa. Berlokasi di sebelah barat lereng Gunung Lawu, sekitar 910 meter dari ketinggian laut, bangunan utamanya mengingatkan pada piramid Maya di Meksiko. Halamannya dipenuhi dengan relief-relief dan patung-patung, beberapa diataranya menceritakan cerita wayang dan symbol-simbol ajaran spiritual. Candi ini ditempuh kurang dari satu jam perjalanan dari Solo, melewati perkebunan teh yang harum dan hamparan sawah-sawah. Candi Sukuh sering disebut sebagai candi erotis Indonesia.

 

SUKUH TEMPLE

Built during the twilight years of the glorious Majapahit Kingdom, this strange, mysterious temple is utterly different in mood and in architecture from the temple elsewhere in Java. Located on the western slope of Mount Lawu, 910 meters above sea level, the main building is reminiscent of the Mayan pyramids of Mexico. The courtyard is full of relief and statues, Many of which relate to wayang stories and offer symbolic teachings of the way to spiritual liberation. Less than an hours drive from Solo trough sweet-smelling tea plantations and terraced rice fields, the Sukuh Temple is often referred to as Indonesia’s erotic temple.

Kalkulator Cinta

  • Share/Bookmark

TUGU LILIN

Friday, March 28th, 2008

 

Tugu Lilin terletak di Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Penumping. Tugu ini dibangun pada tanggal 20 Mei 1933 untuk memperingati 25 tahun berdirinya pergerakan Boedi Oetomo. Sekaligus untuk menggugah semangat perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa Indonesia.

 

TUGU LILIN

This monument is laid on Dr. Wahidin Sudirohusodo street in Penumping village. This monument was built on 20 May 1933 to commemorate 25 years of the establishment of Boedi Oetomo movement, and also to arouse fighting spirit and loyalty the nation.

Kalkulator Cinta

  • Share/Bookmark

MONUMEN PERS NASIONAL

Friday, March 28th, 2008

 

Monumen Pers Nasional yang berlokasi di Jl. Gajah Mada didirikan untuk memperingati Hari Jadi Pers yaitu saat diadakan pertemuan para wartawan seluruh Indonesia (PWI) pada tanggal 9 Februari 1946. Di dalam Monumen Pers tersimpan naskah dan dokumen kuno yang merupakan bukti-bukti sejarah Perjalanan Pers Nasioanl dan perjuangan bangsa Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, kemerdekaan hingga jaman pemerintahan saat ini. Oleh karena itu Monumen Pers Nasional merupakan tempat yang tepat untuk wisata pendidikan.

 

NATIONAL PRESS MONUMENT

The National Press Monument which is located on Gajah Mada street was built to commemorate the press day, that is the day of Indonesian journalist (PWI) conference on 9 February 1946. In the monument, there are manuscript and old documents which are historical evidence of National press the struggle of Indonesian people since the era of Dutch colonization, Japan colonization, The Independence day, until the Governance era at present time. Thus, National Press Monument becomes a proper place for educational tour.

Kalkulator Cinta

  • Share/Bookmark

LORI GANDRUNG

Friday, March 28th, 2008

 

Bangunan ini merupakan bangunan peninggalan Kolonial yang sampai saat ini masih utuh kondisinya. Pada jaman pemerintahan kolonial, loji ini selain digunakan sebagai tempat kediaman pejabat pemerintah Belanda, juga sering digunakan untuk Dansa Dansi gaya Eropa dan bangsawan Jawa, sehingga disebut sebagai “Gandrung”.

Saat ini, bangunan ini digunakan sebagai kediaman Walikota Surakarta.

 

LORI GANDRUNG

This building is a national inheritance with its original style. In colonial era, Loji, in spite of being used as the house of Dutch officer, it was also used for dancing by European and Javanese Nobles, that makes this building is called “Gandrung”

At present time, this building is used as a house of Mayor of Surakarti.

  • Share/Bookmark

MONUMEN PERJUANGAN ‘45

Friday, March 28th, 2008

 

Awalnya tempat ini merupakan kawasan lapang untuk latihan berkuda prajurit Mangkunegaran. Kemudian pada tanggal 31 Oktober 1973 dibangun Monumen Perjuangan `45 Banjarsari. Monumen ini sebagai peringatan atas jasa para pejuang Surakarta yang gugur pada pertempuran empat hari di kota Surakarta saat mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Kini selain sebagai monumen peringatan, masyarakat Surakarta juga dapat memanfaatkannya sebagai taman kota dan tempat rekreasi.

 

MONUMENT OF REVOLUTION ‘45

It was a field of horsing for Mangkunegaran soldiers, then on 31 October 1973, a monument of revolution `45 was built in Banjarsari, District Surakarta. This monument is to commemorate services of Surakarta warriors who died in four days battle in Surakarta, in order to defend the independence of the nation from Dutch colonization. Nowadays, in addition to be a monument of commemoration Surakarta citizen can also use it as city park and recreation area.

  • Share/Bookmark
Login / Register
Categories
Links

Kedai Kopi Luwak Indonesia

Online Shop

Corporate

Sponsor
Kursus Online
Info Lain

Rahasia Cari Uang Di Internet

Kalkulator Cinta

Calender of Cultural Event 2010
Sponsore
Herbal Neck Pillow
Lagu Bengawan Solo

Lagu Bengawan Solo karya seniman legendaris Solo , Gesang :